Tradisi Toraja yang akan Membuat Anda Takjub

By | September 25, 2016

Tana Toraja - www.ExploreToraja.com

Saat berbicara tentang Sulawesi Selatan, hal yang terlintas di pikiran Anda tentu tempat wisata unggulannya yang memukau yakni Tana Toraja. Disamping karena suasananya yang sejuk karena berlokasi di pegunungan, tempat ini juga memiliki berbagai tradisi serta kebudayaan yang menakjubkan. Tradisi toraja memang sangat menarik untuk dibahas, bahkan orang luar negeri pun menganggap bahwa tradisi di Tana Toraja ini sangat memukau.

Tradisi Toraja Penyimpanan Mayat
Sebagai tempat wisata populer di Indonesia, Toraja memiliki berbagai objek wisata yang menarik untuk dikunjungi salah satunya adalah Goa Londa. Goa ini sebenarnya adalah situs pemakaman yang berlokasi di perbatasan antara wilayah Makale dengan Rantepao. Agar bisa sampai ke goa Londa, dibutuhkan waktu perjalanan hingga 6 jam dari Kota Makassar. Mengapa pemakaman ini menjadi menarik dan sangat populer di kalangan para wisatawan? Hal ini dikarenakan upacara pemakaman masyarakat Tana Toraja yang unik. Dimana Tradisi toraja adalah menyimpan mayat di dalam goa, tidak dikubur ataupun dibakar.

Saat memasuki wilayah tersebut Anda akan melihat sebuah gapura klasik yang pada sisi-sisinya didesain dengan ukiran khas masyarakat Toraja. Sementara pada bagian depan gapuranya, terlihat patung kepala kerbau. Goa Londa memang diperuntukkan sebagai kawasan tempat penyimpanan mayat atau yang disebut juga dengan nama pemakaman kubur batu. Pemakaman ini ditujukan untuk para leluhur Toraja beserta dengan keturunannya. Dahulu sebelum agama Islam dan juga Kristen hadir di Toraja, masyarakat setempat menganut kepercayaan yang dikenal dengan sebutan Alukta atau Aluk Todolo. Adanya kepercayaan inilah yang menjadi landasan masyarakat Toraja dalam menjalani berbagai ritual adat serta tradisinya selama ini.

Tradisi toraja Aluk Todolo ini pada dasarnya tidak mewajibkan penyimpanan mayat, melainkan sesegera mungkin melaksanakan upacara pemakaman yang selama ini dilakukan sebagai suatu cara memperlakukan orang yang sudah meninggal (Aluk to mate). Sebab semakin jenazah cepat dimakamkan, maka semakin cepat pula pelaksanaan upacara pemberkatan dan lain sebagainya terlaksana. Banyak alasan yang melatar belakangi mengapa jenazah harus disimpan di dalam goa terlebih dahulu. Salah satunya adalah menunggu hingga kerabat yang tengah merantau datang dan melihat jenazah. Selain itu, memberikan kesempatan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk mendapatkan biaya serta hewan kurban yang layak dan banyak sebagai tanda rasa sayangnya kepada kepada jenazah. Upacara ini dikenal dengan nama upacara Rambu Solok yaitu mengantarkan jenazah ke dunia lain yang dikenal dengan istilah puya. Karena berbagai alasan tersebut, jadilah menyimpan mayat menjadi Tradisi toraja yang dikenal hingga pelosok Indonesia bahkan manca negara.

Sebelumnya, Tradisi toraja dalam penyimpanan jenazah dilakukan di dalam rumah tongkonan. Jangka waktu menyimpan jenazah maksimal untuk keluarga bangsawan adalah 36 malam. Sementara untuk keluarga golongan lainnya kurang dari 36 malam atau bahkan lebih singkat, ada juga yang tidak disimpan. Saat ini, masyarakat adat Toraja sendiri memiliki tanggapan yang berbeda tentang tradisinya tersebut. Ada kelompok masyarakat yang menganggap bahwa To Makula adalah penyimpanan jenazah yang meninggal karena sakit. Ada pula yang menganggap bahwa penyimpanan jenazah dilakukan sebagai salah satu rangkaian upacara kematian Aluk to mate.

Saat memasuki goa Londa, para pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai peti mati jenazah khusus untuk keturunan marga Tau-Tau. Pada setiap sudut goa, terlihat berbagai peti jenazah yang menumpuk. Tak sedikit pula akan Anda temukan rokok, pakaian, sirih bahkan botol minuman pada sekitar peti jenazah. Adanya barang-barang tersebut menunjukkan bahwa jenazah yang tersimpan di dalam peti tersebut masih diperlakukan seperti masih hidup (To Makula). Saat keluar dari Goa Londa, Anda akan melewati beberapa anak tangga dan juga jalan setapak agar bisa menuju ke sebuah Puri yang terletak di tengah bukit. Pemandangan kubur batu dapat Anda lihat dari atas puri bukit tersebut. Di atas bukit, Anda akan menemukan rongga yang menjadi tempat jenazah disimpan. Jenazah disimpan di bukit tersebut karena goa sudah penuh.

Tradisi Toraja, Kerbau Sebagai Hewan Paling Penting
Selain penyimpanan mayat, Tradisi toraja lainnya adalah kerbau sebagai salah satu bagian dari ritual budaya. Saat mengunjungi Tana Toraja pertama kali, tentu Anda akan melihat banyak kepala kerbau. Kerbau merupakan hewan yang sangat penting bagi masyarakat Toraja. Kerbau di daerah tersebut dikenal dengan sebutan tedong atau karembau. Selain dimanfaatkan untuk bertani, kerbau digunakan untuk berbagai keperluan seperti bertransaksi, mengadakan upacara adat, pesta adat, praktek keagamaan dan lain sebagainya. Kerbau juga sering dijadikan sebagai alat transaksi untuk menjual dan membeli tanah.

Saking pentingnya hewan kerbau oleh masyarakat Toraja, kerbau seringkali mendapatkan perlakukan istimewa. Rumah Tradisi toraja yang memiliki bentuk rumah panggung dan dikelilingi dengan tiang-tiang memang sangat menarik. Di sekitar rumah inilah kerbau dapat beristirahat. Pengaruh kerbau di masyarakat Toraja memang sudah ada sejak dulu dan turun temurun. Mitos terkait asal usul kerbaulah yang kemudian mempengaruhi sikap dan juga pemikiran orang Toraja terhadap kerbau.

Bagaimana? Sangat menarik bukan? Demikian sedikit informasi terkait Tradisi toraja. Semoga menambah wawasan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *